October 19, 2009
Adopsi SSD Siap Melesat

SSD Samsung
HARGA SSD diperkirakan akan semakin turun karena produsen SSD bertambah banyak. Kelesuan adopsi SSD di pasar notebook tidak berdampak pada industri SSD karena permintaan datacenter SSD terus meningkat.
Media penyimpan SSD (solid state drive) memang belum populer digunakan pada notebook karena harganya masih jauh lebih mahal daripada HDD (hard disk drive). Namun, SSD ternyata mulai populer digunakan di datacenter perusahaan-perusahaan besar.
Alhasil, penjualan SSD global pada 2009 diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan pada 2008 dan akan terus meningkat pesat hingga 2013 karena harga SSD semakin lama semakin terjangkau oleh sebagian besar konsumen di dunia. SSD adalah media penyimpan berbentuk mirip HDD.
Namun berbeda daripada HDD yang berisi cakram logam, SSD memiliki komponen utama berupa memori flash tipe NAND. Karena itu, SSD pun menjadi lebih hemat energi, cepat, dan ringan daripada HDD. Sejak 2008, para produsen notebook mulai bereksperimen menanam SSD ke dalam notebook.
Tujuannya adalah membuat notebook yang berbobot lebih ringan, lebih hemat energi, serta berkinerja lebih tinggi daripada notebook yang bermedia penyimpan HDD. Namun begitu, notebook bermedia penyimpan SSD hingga saat ini tidak populer karena harga SSD masih terlalu tinggi, sehingga harga notebook yang menggunakan SSD pun melambung. Sebagai contoh, Apple MacBook Air bermedia penyimpan SSD 128 GB kini dijual dengan harga sekitar USD2.500.
Sementara itu, Apple MacBook Air bermedia penyimpan HDD 120GB hanya dijual dengan harga sekitar USD1.800. Padahal spesifikasi kedua notebook Macintosh itu hampir sama karena hanya berbeda pada media penyimpannya.
"Harga SSD masih sangat mahal karena 90 persen komponennya adalah flashtipe NAND. Harga memori tipe tersebut juga masih sangat mahal karena kapasitas produksi para produsen masih sangat kecil namun permintaan sangat tinggi," ujar Senior Analyst Storage & Mobile Memory iSuppli Corp Michael Yang.
Kendati konsumen menghindari SSD, tidak demikian dengan perusahaan-perusahaan besar. Mereka berlomba menggunakan SSD bukan pada notebook, melainkan pada datacenter. Harga mesin storage (penyimpan data) yang menggunakan SSD memang masih mahal pula. Tetapi, mesin-mesin itu jauh lebih hemat energi daripada mesin bermedia penyimpan HHD.
Alhasil, dalam jangka panjang perusahaan yang memiliki datacenter bermedia penyimpan SSD mampu menghemat biaya listrik sangat siginifikan. iSuppli menilai, penyerapan pesat SSD ke dalam datacenter menyebabkan suplai SSD terus terbatas dan harga SSD pun tetap mahal. Namun begitu, penjualan SSD diperkirakan terus meningkat pada setiap tahun karena permintaan dari perusahaan besar tidak pernah turun.
iSuppli menjelaskan, pada 2008 penjualan SSD global meng-hasilkan pendapatan USD127 juta. Pada 2009, angka itu diperkirakan melambung menjadi USD883 juta. Pada sisi volume, penjualan SSD global pada 2008 baru mencapai 1,4 juta unit. Pada 2009, angka itu diperkirakan mampu menembus 5,8 juta unit.
Melihat pertumbuhan pesat penjualan SSD global, para produsen teknologi pun berlomba terjun masuk ke dalam industri itu. Para pemain lama di industri SSD antara lain Samsung Semiconductor Inc dan SanDisk Corp. Belakangan, Intel Corp pun bekerja sama dengan Hitachi Ltd untuk memproduksi SSD.
Kedatangan para pemain baru ke dalam industri SSD berdampak positif bagi konsumen. Saat produsen bertambah, volume produksi juga meningkat. Kompetisi di antara para produsen pun diperkirakan akan menekan turun harga jual SSD. iSuppli memperkirakan, nilai penjualan SSD global akan meningkat rata-rata 142,8 persen per tahun mulai 2008 hingga 2013 sehingga pada 2013 pendapatan SSD global akan mencapai USD10,8 miliar.
Pada saat yang sama, volume penjualan akan bertumbuh rata-rata 115,6 persen per tahun sehingga penjualan SSD global pada 2013 akan mencapai 65,2 juta unit.
"Perkiraan-perkiraan ini akan terwujud apabila para produsen SSD mampu memberikan pemahaman tentang manfaat SSD kepada konsumen dan menawarkan produk dengan harga lebih kompetitif," tandas Yang. (srn)
Sumber : Okezone









Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.