November 17, 2009
Netbook Murah Dapat Saingan Smartbook

(inilah.com /Dokumen)
Smartbook, pengembangan smartphone dengan bentuk layar lebih besar siap masuk pasar. Perangkat ini diyakini sukses, karena lalu lintas data mobile meledak di waktu dekat.
Saat pengarahan sebelum pertemuan dengan analis keuangan, CEO Qualcomm Paul Jacobs menunjukkan secara sekilas smartbook pertama di dunia. Perangkat itu didasarkan pada mikroprosesor Snapdragon milik perusahaan itu.
Perangkat itu dirancang untuk memenuhi ceruk pasar mobile yang berada di antara smartphone dan netbook. Dinamakan smartbook karena perangkat itu mengintegrasikan banyak fitur yang ditemukan pada smartphone saat ini. Bedanya, bentuk dan layarnya lebih besar serta keyboardnya lengkap.
Salah satu yang menjadi perhatian, Jacobs menegaskan smartbook Lenovo itu telah mengimplementasikan secara penuh untuk pertama kalinya Adobe Flash 10 pada sebuah prosesor berbasis ARM. Impelementasi itu bahkan dapat menjalankan video definisi tinggi.
"Salah satu hal yang pesaing kami katakan adalah tidak bisa mendapatkan pengalaman internet lengkap di ARM, karena tidak ada dukungan Flash dan itu salah," kata Jacobs.
Selama pengarahan , Jacobs meletakkan handset di sebelah smartbook baru itu. Ia ingin menunjukkan bahwa perangkat Lenovo itu hanya memiliki ketebalan sanagt tipis sama seperti smartphone.
Selain itu saat perangkat dinyalakan, layar langsung menyajikan antarmuka yang terdiri dari enam widget aktif. Widget itu untuk menyinkronkan email, status Facebook, web, dan segala macam hal lain.
Jacobs mengatakan yakin smartbook Lenovo itu akan terbukti sebagai produk yang menarik. "Ini akan mengubah pengalaman menggunakan internet pada perangkat yang memiliki keyboard lengkap dan layar berukuran penuh," katanya.
Lalu apakah smartbook memiliki potensi sukses? Direktur Riset Gartner Carolina Milanesi menilai industri hanya akan sedikit terpengaruh oleh perangkat yang jenisnya sudah ada itu. "Smartbook, dalam kenyataannya adalah smartphone yang lebih besar atau MID (mobile internet device)," papar Milanesi.
Para analis Gartner juga tidak yakin apakah desain smartbook cukup kecil untuk benar-benar masuk pasar massal seperti smartphone. "Untuk menjadi sukses, produk itu harus bisa dikantongi sehingga pengguna dapat membawa setiap saat," kata Milanesi.
Namun begitu Qualcomm akan mudah mempromosikan perangkat berbasis chip ARM Snapdragon sebagai pendukung aplikasi data. Pada 2014, kata Jacobs jumlah lalu lintas data mobile di seluruh dunia dalam satu bulan diperkirakan akan melebihi jumlah total lalu lintas data secara total di 2008.
Jacobs mengatakan pengiriman smartphone diperkirakan akan melampaui pengiriman semua komputer pada 2011, menurut data dari perusahaan riset Informa. Ini membantu menjelaskan mengapa operator nirkabel di seluruh dunia akan mengubah pilihan handset mereka. “Operator bergerak ke arah perangkat yang kaya data karena di sanalah terdapat pertumbuhan," katanya. [mdr]
Sumber : Inilah









