May 28, 2008
Tren Laptop Murah Kian Marak

Laptop murah (Foto: Sindo)
Harga komputer jinjing (laptop) kian sengit. Dengan memangkas beberapa fitur, banyak pabrikan mengandalkan produk berharga terjangkau. Tentu saja, laptop seperti ini tidak difungsikan untuk menggeser laptop high-end seperti Sony Vaio, Acer Ferrari, ataupun Apple Macbook.
Yang penting, fungsi dasar seperti berselancar internet, memutar musik, melihat film dan foto, hingga aplikasi office terpenuhi. Ultra-low cost laptop Eee PC produksi Asus, misalnya, dijual dengan kisaran harga Rp2.950.000 hingga Rp3.550.000 per unit. Dengan harga yang bahkan lebih murah dari komputer Desktop, harapannya makin banyak orang bisa mengakses teknologi informasi dan komputerisasi.
Dengan layar 7 inci dan berat kurang dari satu kilogram, Asus Eee PC sudah dilengkapi koneksi Wi-Fi, modem internal, memori 512 MB, serta harddisk2-4 GB. Ukurannya yang kompak membuat laptop ini praktis untuk mengakses internet atau bekerja di mana pun. Di kafe, di mobil, ataupun di kantor.
Menurut pakar Teknologi Informasi (TI) Ridho Sri Wisnu, tren laptop berharga terjangkau ini ke depannya bakal terus bergulir. Mereka yang memeriahkan adalah merek-merek atau pabrikan dalam negeri. "Kini produk dalam negeri sudah mampu menawarkan fitur low end dengan harga di bawah lima jutaan," ujar Wisnu.
Ia lantas mencontohkan merek Axioo, BYON, Ion, dan Zyrex yang diakui buatan Tanah Air. "Itu karena suku cadangnya sudah memenuhi kuantitas untuk dinyatakan sebagai produk dalam negeri oleh pemerintah," tambah pria dua anak ini. Kendati demikian, dengan harga cukup murah Wisnu mewanti-wanti agar pengguna tidak terlalu berharap banyak soal fitur.
"Fitur-fitur yang ada hanya cukup untuk pemakaian standar saja. Misalnya untuk home office application. Pekerjaan mengedit foto atau memainkan game mungkin bisa, tapi kurang memadai. Harga segitu ya harus sabar saja," paparnya sembari tertawa.
Ia sendiri sempat mencoba langsung Asus Eee PC. Hasilnya? "Kalau untuk user seperti saya, tersiksa sekali," kenangnya. Setelah pemakaian satu bulan, laptop dari Asustek Computer tersebut dijual lagi. "Dari segi storage saja sudah sangat terbatas, media tampilan juga kurang memuaskan," keluhnya.
Laptop-laptop berharga murah memang tak banyak menyajikan fitur mewah. Kendati demikian, cukup banyak yang sudah puas menggunakannya.
Senior Marketing PT Yummy Food Utama Sofyan Ramassyah, misalnya, bangga dengan BYON M31W yang baru saja dia beli. "Mulanya saya ingin membeli laptop merek terkenal tapi bekas. Tapi ternyata, uang yang saya punya cukup untuk beli laptop buatan lokal yang cukup terjangkau," paparnya.
"Di samping harganya murah, fiturnya cukuplah buat orang kantoran seperti saya. Paling cuma buka Word dan Excel untuk bekerja, atau Power Point buat presentasi. Jadi fungsinya benar-benar untuk mobile," jelas pria yang akrab disapa Pian ini.
Menurutnya, citra buruk tentang laptop murah tak selamanya benar. Semua tergantung kebutuhan, seberapa banyak penggunaan laptop di luar komputer Desktop. "Kalau dibandingkan dengan yang branded jelas beda. Tapi lihat sisi baiknya, fitur yang didapat hampir sama kan," ujar Pian yang mengaku sering diledek teman sekantor.
Fitur yang paling disukainya adalah chatting menggunakan webcam di kamera bawaan 1.3 MB
Pilih Laptop Berbujet Rp5 Jutaan
laptop kian terjangkau. Dengan bujet Rp5 jutaan, Anda sudah bisa membawa pulang komputer jinjing berfitur lumayan. Laptop tak lagi menempati posisi barang mewah. Utamanya bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Tak ubahnya ponsel, komputer jinjing seolah menjadi barang yang wajib ada. Mengetahui pasar yang kian gemuk, produsen mencoba merilis laptop new entry level dengan harga terjangkau. Namun, itu juga membuat jenis dan merek laptop yang ada di pasaran semakin banyak dan beragam. Ini tentu saja dapat membuat konsumen kebingungan.
Nah, bagaimana cara memilih laptop yang tepat?
Pertama, tentukan dulu kegunaan laptop Anda. Fungsi desain dan gaming jelas membutuhkan spek lebih. Terutama dalam peranti VGA, memori dan prosesor. VGA atau kartu grafis ini berfungsi mengubah sinyal digital dari komputer menjadi tampilan grafik di layar monitor.
Semakin bagus VGA, semakin tajam dan detail pula tampilan di layar. Sebaliknya, pilihan prosesor dan memori harus disesuaikan dengan sistem operasi dan aplikasi apa saja yang akan digunakan. Aplikasi seperti Adobe Photoshop ataupun Autodesk 3ds Max jelas menyedot memori besar (lebih dari 512 MB) dan butuh prosesor multi-coreuntuk mengoperasikannya.
Bila Anda lebih sering berada di jalan, ada baiknya untuk memilih laptop berukuran kecil dengan bentuk ergonomis dan sedap dipandang. Ini akan membuat Anda tampil stylish. Yang harus dicermati adalah daya tahan baterai, ukuran yang ringan, serta layar kecil agar mudah dibawa. Tak lupa,fitur konektivitas seperti Wi-Fi, Bluetooth, inframerah, hingga modem yang amat penting.
Perhatikan juga layanan purnajual dan warranty (garansi) yang sesuai bujet. Begitu juga soal ketersediaan layanan service, suku cadang, hingga harga jual kembali.
Menurut pakar Teknologi Informasi Ridho Sri Wisnu, perbedaan spek atau fitur bisa berdampak pada harga.
"Misalnya jumlah kapasitas simpan (hard disk) yang berbeda sekian puluh Gigabyte, harganya sudah terpaut ratusan ribu. Padahal, satu merek, satu tipe, bahkan satu model," ujarnya.
Karena itu, Wisnu menyarankan calon pembeli untuk terlebih dulu membuat daftar spek yang ia butuhkan.
"Misalnya HD yang dibutuhkan berapa Giga? Memorinya berapa? Dan ukuran layar berapa? Daftar komparasi itu akan membuat calon pembeli lebih mudah dalam memilih. Apakah lebih condong ke merek, fitur, harga atau model?," bebernya. (Okezone)








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.