September 18, 2007
Samsung dan Toshiba Siapkan Laptop Tenaga Alkohol
Jakarta - Baterai Lithium ion tradisional yang digunakan di laptop dan juga perangkat mobile lainnya punyai banyak kerugian. Di antara kerugian itu adalah masa penggunaan yang relatif singkat dan pengisian ulang yang lama. Bahkan baterai Lithium ion menyebabkan beberapa insiden kecelakaan seperti kebakaran baterai akibat panas berlebihan.
Untuk itu, dua perusahaan raksasa Samsung dan Toshiba saat ini sedang mengembangkan sebuah teknologi sel bahan bakar (fuel cell) sebagai alternatif sumber daya pengganti baterai Lithium ion. Mereka dengan percaya diri menandaskan bahwa pendekatan sel bahan bakar ini adalah jawaban untuk sumber daya laptop ataupun perangkat mobile lainnya di masa depan. Berarti, mereka mengikuti jejak IBM dan Sanyo dalam menerapkan teknologi ini.
Bahan bakar yang digunakan dalam baterai tersebut adalah Methanol alias sejenis alkohol yang kerap digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Seperti dilansir DailyTech, Desember 2006 Samsung pertama kali mempresentasikan teknologi bernama Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) sebagai sumber daya laptop Q35.
Meskipun masih berupa prototipe, ketika itu DMFC mampu menghidupkan laptop selama 8 jam per hari. Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Selasa (14/8/2007), total kapasitas energinya mencapai 1200Wh.
Saat itu, baterai DMFC berukuran sekitar dua kali laptop. Namun demikian, performanya dianggap mengesankan karena belum ada solusi daya lainnya yang bisa bertahan selama itu dan masih cukup portabel.
Samsung disebut telah mencapai beberapa perkembangan dalam desain DMFC-nya. Misalnya, ukuran DMFC sekarang menjadi jauh lebih kecil.
Namun demikian, teknologi ini masih perlu beberapa tahun lagi untuk diluncurkan secara komersial di pasaran. "Meskipun kami masih perlu untuk memperbaikinya, saya kira kami telah membuat lompatan teknis dalam rangka mengkomersialkannya. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, sumber daya fuel cell ini bisa digunakan secara luas," demikian klaim dari perwakilan Samsung, Dr. Hyuk Change. ( fyk / wsh )
(Fino Yurio Kristo)
Lagi, Toshiba Tarik Baterai Sony
Jakarta - Toshiba benar-benar serius menjalankan program penarikan baterai (recall) yang diduga dapat menyebabkan overheat (panas berlebih). Kali ini, sekitar 1400 laptop yang menggunakan baterai Sony kembali ditarik Toshiba.
Penarikan ini merupakan bentuk realisasi perusahaan setelah mendapat instruksi dari Consumer Product Safety Comission Amerika Serikat terhadap tiga model laptop mereka. Yaitu Satellite A100, Satellite A105 dan Tecra A7.
"Dalam rentang waktu yang relatif singkat, beberapa insiden panas berlebih berkaitan dengan baterai yang digunakan laptop Toshiba," tutur pernyataan resmi Toshiba, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Selasa (14/8/2007).
Sebelumnya, lanjut pernyataan tersebut, Sony selaku pemasok baterai yang digunakan Toshiba juga telah melakukan investigasi terhadap cell baterai yang diduga berpotensi dapat mengancam keselamatan itu.
Berkaca dari berbagai kejadian tersebut, tahun ini bisa dibilang merupakan tahun yang kurang baik bagi Toshiba dan beberapa produsen laptop yang menggunakan baterai Sony. Khusus untuk Sony, mereka bahkan telah mengeluarkan anggaran US$ 340 juta ($1 = Rp 9356, sumber: detikcom) untuk biaya penarikan.
Pada September tahun lalu, mereka juga telah menarik 340 ribu baterai yang diduga 'cacat' setelah dua insiden laptop terbakar ketika digunakan. Sedangkan bulan lalu, sebanyak 10 ribu baterai juga tak luput dari penarikan Toshiba.
( ash / ash )
(Ardhi Suryadhi)
Sumber : detikinet








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.