November 2, 2007
Kuantum Dot Masa Depan Media Penyimpan
JAKARTA, RABU - Era media penyimpan data digital akan segera memasuki babak baru setelah dominasi hardisk dan chip memori. Dalam beberapa tahun lagi, teknologi kuantom dot menjanjikan kemampuan lebih baik dan handal.
"Kuantum dot sangat superior dan membuat kapasitas media penyimpanan seperti flashdisk dan lain-lain menjadi berkali-kali lipat besarnya, berkecepatan tinggi, berdaya tahan tinggi, sekaligus hemat energi," kata peneliti dari Jurusan Fisika ITB, Dr Yudi Darma di Bandung, Rabu (31/10) seperti dilaporkan Antara.
Kuantum dot, ujarnya, telah menjadi pusat perhatian dunia dalam rekayasa device atau perangkat elektronika pada dekade terakhir. Sebab, kuantum dot memiliki sifat-sifat yang unggul seperti tingkat energinya yang terkuantisasi sehingga struktur ini sangat bermanfaat untuk aplikasi media penyimpan.
Dari kapasitasnya, ujarnya, memory device konvensional hanya berbasis film tipis, di mana satu sel memori terdiri dari satu kapasitor. Sementara itu memory device berbasis kuantum dot memiliki banyak kapasitor di mana jumlah kapasitor sama dengan jumlah kuantum dot atau 10 pangkat 12 per centimeter persegi.
"Jadi memang kapasitornya berlipat-lipat dari yang ada sekarang sehingga kapasitasnya bisa sangat besar," kata pria yang sering mendapat penghargaan internasional ini. Dari sisi kecepatan, lanjut dia, proses operasi memorinya atau proses penyimpanan dan penghapusan data dari teknologi kuantum dot ini mencapai 10 pangkat minus sembilan detik alias satu per semiliar detik. Sementara teknologi semi konduktor yang ada sekarang kecepatannya 10 pangkat minus enam detik (satu per sejuta detik).
"Teknologi sekarang memang bisa juga secepat satu per semiliar detik, tetapi memerlukan proses tambahan untuk mengatur beberapa parameter lainnya. Dengan pemanfaatan kuantum dot kita bisa mencapainya dengan lebih baik dan langkah yang relatif lebih singkat," tambahnya.
Sedangkan reliabilitasnya akan lebih baik dibanding memory device konvensional, ujarnya, sebab jika satu kapasitor pada sel memory devices berbasis kuantum dot ini rusak maka device ini masih memiliki lebih dari 10 pangkat 11 kapasitor lainnya, karena jumlah kapasitor pada memori berbasis kuantum dot ini sebanding dengan jumlah kuantum dot yang ada didalam sel tersebut.
"Selain itu teknologi kuantum dot juga hemat energi. Ini terkait dengan perlunya melibatkan jutaan elektron untuk mengaktifkan satu sel memori pada memori konvensional, sementara dengan menggunakan kuantum dot kita bisa hanya melibatkan satu atau beberapa elektron saja," kata peraih gelar Peneliti Muda Terbaik Indonesia bidang Teknik dan Rekayasa dari LIPI 2006 itu.
Selain itu, tambah dosen Fisika itu, teknologi kuantum dot juga membuat sistem memori menjadi sangat murah dari segi bahan. Namun demikian soal harga masih sangat tergantung dari banyak hal, mulai dari riset hingga proses komersialisasinya.
Kuantum dot, ujarnya, terkait erat dengan perkembangan teknologi material dalam ukuran nano (nanoteknologi) menuju teknologi semikonduktor generasi 32 nanometer.
Sumber : Kompas Tekno








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.