December 3, 2009

PC Asrock Ion 330, Menggebrak Dominasi

Asrock Ion 330.jpgChipset memiliki peran penting dalam kinerja sebuah komputer. Pasalnya, chipset-lah yang mengatur lalu lintas data antara prosesor ke memori, harddisk, dan komponen lain. Perannya akan semakin besar jika fungsi grafis komputer tersebut bersifat onboard, karena berarti chip grafis ada di dalam chipset tersebut.

Sebagai pembuat prosesor Atom, Intel memiliki posisi menguntungkan dalam hal chipset. Nyaris semua netbook dan nettop yang ada di pasaran saat ini menggunakan chipset Intel 945GSE, padahal chipset ini terhitung “berumur” dan memiliki kinerja yang relatif tidak istimewa. Nah, peran Intel 945GSE itulah yang coba digoyang oleh nVidia melalui chipset Ion. nVidia mengklaim, Ion akan memberikan kinerja yang jauh lebih hebat dibanding Intel 945GSE, utamanya dari sisi grafis yang selama ini menjadi andalan nVidia.

 Asrock Ion 330 adalah satu dari sedikit produk yang memasangkan Intel Atom dengan chipset nVidia Ion. Produk ini sendiri hadir dalam bentuk nettop dengan ukuran yang terbilang mungil; luasnya hanya sekitar ½ majalah yang sedang Anda baca ini. Harganya juga tergolong murah (US$ 350), meski dengan catatan Anda masih harus membeli monitor, mouse, dan keyboard secara terpisah.

Penggunaan chipset Ion membuat nettop ini memiliki port HDMI; satu hal yang tidak Anad temui di nettop yang menggunakan chipset Intel 945GSE. Selain HDMI, di panel belakang Anda juga akan menemukan Ethernet, 6 port USB, VGA Out, serta port audio. Di bagian depan, cuma ada DVD Writer, tanpa ada port USB atau audio seperti yang jamak kita temui di PC saat ini. Hal ini cukup disayangkan karena membuat kita harus agak repot untuk memasang flashdisk di sisi belakang. Yang juga perlu dicatat, 2 dari 6 port USB akan digunakan oleh mouse dan keyboard karena tidak ada port PS/2 di nettop ini.

Ketika pertama menyalakan, kami cukup tertegun mendapati betapa heningnya Asrock Ion 330 ini. Jika saja tidak ada lampu indikator yang berkedip, kami tidak tahu kalau nettop ini sudah menyala. Keheningan sedikit terpecahkan saat kami coba memutar DVD, namun dengan tingkat yang tidak mengganggu.

Di balik kekalemannya, nettop ini ternyata memiliki kinerja yang cukup bagus. Tentu, penggunaan prosesor Intel Atom membuat nettop ini tidak cocok ketika digunakan untuk aplikasi kelas berat macam mengubah format video atau render gambar (lihat hasil pengujian). Namun jika digunakan untuk aplikasi sederhana seperti Office atau internetan, perangkat ini tidak menemui masalah. Kemampuan grafis dari chipset Ion pun seperti janji nVidia: jauh lebih bagus dibanding Intel 945GSE. Namun chipset tersebut masih terpatah-patah saat memutar video Full HD (1080i), sehingga mengurangi makna keberadaan port HDMI.

Satu hal yang penting dicatat, Asrock Ion 330 masih bisa di-overclock. Melalui menu BIOS maupun software OC Tuner, Anda bisa meningkatkan FSB dari prosesor Atom 330 yang digunakan nettop ini. Ketika kami coba, kecepatan prosesor bisa menyentuh angka 2,1GHz, atau 30% dari kecepatan standar 1,6GHz.

 

***

 
Pada kondisi full-load, daya yang diserap Asrock Ion 330 hanya sekitar 40 watt. Jadi jika disimpulkan dalam bahasa sederhana, nettop ini memiliki bentuk ramping, kinerja lumayan, dan hemat listrik. Yang agak disayangkan adalah tidak adanya fasilitas WiFi dan slot kartu memori. Meski begitu, menurut kami Asrock Ion 330 bisa menjadi solusi ideal untuk rumah, kantor, maupun warnet yang butuh komputer yang ringkas. (Wisnu Nugroho)

Hasil Pengujian

nVidia berhasil membuktikan klaim kalau Ion lebih baik secara grafis dari Intel 945GSE, terlihat dari skor 3D mark 2006 yang mencapai 627. Secara umum performa Asrock Ion 330 juga lebih baik dari HP Compaq CQ2035D, kecuali pada encoding video.

 
 
Asrock Ion 330
HP Compaq CQ2035D
Cinebench R10
1558 CB-CPU
1567 CB-CPU
Encoding Video
46 menit 2 detik
32 menit 11 detik
Encoding Audio
9 menit 35 detik
14 menit 7 detik
PCMark 2005 120
2603
2129
3DMark 2006 110
627
101
 

Spesifikasi Asrock Ion 330

 
Prosesor          
Intel Atom330 (1,6GHz, FSB 533MHz)
RAM
2GB, DDR2-800
Chipset
nVidia MCP79
Kartu grafis
nVidia Ion
Harddisk
320GB 75400 RPM SATA-II (ST9320325AS)
Optical drive
DVD RW+R DL
Fasilitas
LAN, USB(6), audio, VGA-out, HDMI, SPDIF
Layar/Monitor
Tidak disertakan
Kartu suara
Via VT1708S
Sistem operasi
Tidak ada
Dimensi
19,5×18,5×6,5 cm
Bobot
??? kg
Garansi
1 tahun
Situs web
Harga kisaran*
US$ 350
 

*Astrindo Senayasa, (021) 612-1330

Plus     : Kemampuan grafis bagus; mungil dan ringan; hemat listrik; bisa di-overclock.

Minus : Tanpa slot memori dan WiFi

Skor Penilaian

Kinerja
3,75
Fasilitas
4
Kemudahan
4
Harga
4,25
Skor Total
4
 

Sumber : Infokomputer

 

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Ask BlinkList blogmarks BUMPzee Blogg-Buzz Google Ma.gnolia muti Netscape Newsvine PlugIM ppnow Rojo Shadows Simpy Slashdot Socializer Sphere Spurl StumbleUpon Tailrank Technorati Windows Live Wists Yahoo! Help

Permalink • Print • Comment

November 18, 2009

Netbook Alltronix ALX1001-MARS : Dingin, Berlapis Chrome


Nama Alltronix mungkin lebih akrab dikenal sebagai produsen aksesoris PC. Namun seiring berkembangnya perangkat mobile, Alltronix pun merilis netbook dengan nama ALX1001-MARS. Seperti pendatang baru lain, Alltronix mencoba memikat pengguna dengan harga yang kompetitif. Tidak tanggung-tanggung, netbook ini dibandrol di angka Rp. 3 juta pas, menjadikannya salah satu netbook paling murah saat ini.
Padahal secara spesifikasi, netbook ini tidak jauh berbeda dengan netbook lain. Prosesornya menggunakan Intel Atom N270, memori DDR2-1GB, serta harddisk 160GB. Fasilitasnya pun memenuhi standar, seperti WiFi, Ethernet, webcam, dan slot kartu memori tanpa sistem operasi. Kalaupun ada yang kurang adalah kapasitas baterainya yang cuma 2200 mAh, membuat netbook ini memiliki nafas yang pendek. Saat kami uji, netbook ini cuma bisa bertahan 1,5 jam saat memainkan film HD. Namun untuk pengujian yang memeras kinerja komponen, netbook ini tampil cukup bagus (lihat tabel).
 
Namun harganya yang begitu kompetitif itu memang menyimpan beberapa kekurangan, salah satunya di sisi fisik. Tampil dengan balutan warna putih, casing netbook ini terlihat kurang istimewa. Kami juga dapati fabrikasi yang kurang rapi, terlihat dari colokan daya yang keras saat dimasukkan dan beberapa tombol keyboard yang sedikit miring.
 
Bicara keyboard, netbook ini memiliki 83 tombol keyboard termasuk tombol navigasi Home dan End. Ukuran tombol utama sekitar 15×15 mm, sementara tombol Function 13×4 mm. Meski jarang menggunakan tombol Function, kami dapati ukuran tersebut sangat mungil sehingga mungkin menyulitkan para pecinta shortcut. Kami sendiri berhasil membiasakan diri dengan keyboard netbook ini setelah mencoba beberapa lama, meski sedikit terganggu dengan suara keyboard yang terdengar berisik.
 
Layar LCD berukuran 10,2 inci Alltronix ALX1001-MARS ini cukup bagus. Ketika kami coba memutar video berformat HD, warna-warni yang ditampilkan cukup akurat. Brightness netbook berbobot 1,24 kg ini juga cukup tinggi sehingga bisa menampilkan gambar dengan cerah. Yang menarik adalah kita bisa menurunkan kadar brightness sampai level terendah sehingga tidak ada gambar lagi di layar. Ini akan menjadi feature bagus jika Anda ingin menghemat baterai tanpa harus mematikan netbook.
 

***

 
Anda memang harus sering-sering menghemat baterai karena Alltronix ALX1001-Mars ini memiliki kapasitas baterai yang kecil. Ini membuat nafasnya terbilang pendek dalam mode baterai sehingga menyulitkan jika harus jauh-jauh dari sumber listrik. Kami juga mencatat beberapa kekurangan di faktor fisik yang mengurangi kenyamanan penggunaannya. Namun dengan harga cuma Rp. 3 juta, netbook ini adalah pilihan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Setidaknya, inilah netbook yang tepat jika Anda memang terbentur faktor harga. (Alvino Octaviano – Kontributor)
 

 

 

Hasil Uji

 
Jika dibandingkan, kinerja Alltronix ALX1001-Mars terlihat setara dengan netbook lain yang pernah kami uji. Satu-satunya yang berbeda signifikan adalah daya tahan di mode baterai dari Alltronix yang cuma 1,5 jam. Jadi netbook ini memang tidak boleh jauh-jauh dari sumber listrik.
 
Uji
Alltronix ALX1001-MARS
(Intel Atom N270, RAM 1GB, Intel GME i945, 10,1”)
SPC luna VX2
(Intel Atom N270, RAM 1GB, Intel GME i945, 10 )
Kinerja
 
 
Encoding Video
56 menit 37 detik
56 menit 54 detik
Encoding Audio
15 menit 18 detik
10 menit 34 detik
Cinebench R10
17 menit 28 detik
17 menit 23 detik
3DMark 2006
84
84
Daya Tahan Baterai
 
 
Memutar HD Video
1 jam 24 menit
3 jam 40 menit
Battery Eater 05
1 jam 26 menit
3 jam 25 menit
 

 

 

Spesifikasi  Alltronix ALX1001-MARS

 
Prosesor
Intel Atom N270
(1,60GHz, Cache L2 512KB, FSB 533MHz )
RAM
1GB, DDR2 333MHz
Chipset
Intel Calistoga GME i945 GME
Kartu Grafis
Intel GMA950
Harddisk
160GB SATA Western Digital
Optical drive
Tidak ada
Fasilitas
LAN, WiFi b/g, card reader, USB (3), kamera Web 1,3MP, port VGA,  port mic, port headhone, dan tas netbook.
Layar
10,1 inci, resolusi1024×768 pixel
Kartu suara
Realtek HD Audio output
Sistem Operasi
Tidak ada
Batere
Rechargeable Li-Ion 2200 mAh
Dimensi
25,1×19,5x (3 – 4,2) cm
Bobot
1, 24 Kg dan 1,49Kg (plus Kabel & Adapter)
Garansi
 1 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
 Rp. 3 juta
 

* Internasional Komputer, (021) 601-8989/612-8468

 

* Minggu pertama September 2009

 

 

 

Plus     : Layar lebih besar; sistem ventilasi bermanfaat

 

Minus : Kapasitas baterai kecil; tanpa modem internal

 

Skor Penilaian

 
Kinerja
3,5
Fasilitas
3
Penggunaan
3
Harga
4,75
Skor Total
3,5
 

Sumber : Infokomputer

 

Spread the word

del.icio.us Digg Furl Reddit Ask BlinkList blogmarks BUMPzee Blogg-Buzz Google Ma.gnolia muti Netscape Newsvine PlugIM ppnow Rojo Shadows Simpy Slashdot Socializer Sphere Spurl StumbleUpon Tailrank Technorati Windows Live Wists Yahoo! Help

Permalink • Print • Comment